• +62-542-7211353; Fax: (0542) 7211363
  • contact@kpud-penajamkab.go.id
  • Senin-Jumat 08.00-16.00 Wita

69 Anggota PPS Penajam Dilantik

PENAJAM,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) PPU, Kamis (1/11), melantik sebanyak 69 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilukada bertugas di 23 PPS desa dan kelurahan se Kecamatan Penajam. Sehari sebelumnya (31/10) KPU PPU telah melantik 20 orang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)  se-Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Ketua KPU Kabupaten PPU, Andi Arfin setelah melantik para anggota PPS  Dalam sambutannya seusai memimpin pengucapan sumpah janji anggota PPK, Ketua KPU Kabupaten PPU, Andi Arfin mengatakan, PPS selaku penyelenggara pemilu di tingkat desa dan kelurahan, harus bersikap netral, tidak berpihak kepada salah satu kekuatan politik manapun dan merupakan lembaga independent.

“Tugas pertama yang dilakukan anggota PPS harus melakukan pemilihan ketua dan anggota serta melakukan koordinasi dengan Kades dan lurah di wilayah kerjanya masing-masing untuk dapat mengusulkan sekretariat PPS sekaligus stafnya,”pintanya.

Andi Arfin mengatakan menjadi anggota PPS merupakan sebuah amanah dimana penyelenggaran pemilu wajib berpedoman kepada azas mandiri, jujur dan adil, kepastian hukum, tertib penyelenggaraan pemilu, kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, efisiensi dan efektifitas. Selain itu memliki  tugas dan tanggungjawab cukup berat dalam pelaksanaan Pemilukada.

“PPS juga nantinya bertugas untuk mencocokan data pemilih sementara dengan membentuk petugas pemutahiran data pemilih (PPDP) setiap wilayahnya, agar tidak terjadi konflik, PPS harus lebih jeli untuk melakukan pendataan tersebut,” ujarnya.

Setelah melakukan pelantikan PPS desa dan kelurahan  di Kecamatan Penajam, dijadwalkan  pada Jumat  (2/11) dilantik 12 anggota dari empat PPS di Kecamatan Waru. Dilanjutkan pada Sabtu (3/11) pelantikan terhadap 36 anggota dari 12 PPS Kecamatan Babulu dan terakhir pada Minggu (4/11) melantik 45 anggota dari 15 PPS Kecamatan Sepaku.

Pada kesempatan itu, Plt Camat Penajam, Sardi, dalam sambutannya menuturkan, setelah semua resmi dilantik menjadi anggota PPS Penajam harus mendapatkan pembekalan oleh KPU, karena kegiatan Pemilu tidak dilakukan setiap tahun tetapi lima tahun sekali, agar setiap anggota PPS betul-betul memahami aturan dan tugasnya, sehingga tidak menemui kendala dalam pelaksana tugas pokoknya sebagai anggota PPS nanti.

“Saya juga minta, agar seluruh PPS nantinya bisa memperhatikan masukan dari masyarakat pada saat dilakukan pemutahiran data, agar tidak ada lagi warga yang mempunyai hak pilih tidak terakomodir,” harap Sardi.

Terkait dengan, keberadaan sekretariat dirinya meminta PPS segera melakukan koordinasi dengan lurah dan kades termasuk juga menyiapkan pegawai sekretariat dari yang berstatus PNS, namun jika di desa maupun kelurahan minim tenaga PNS, diminta untuk melibat para guru PNS diwilayah tersebut dan sebelum dikoordinasikan kepada camat, KPU dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)  PPU.

“Di sejumlah desa minim tenaga PNS, oleh karena itu masalah ini bisa dikoordinasikan dengan Disdikpora agar menunggaskan salah satu guru PNS menjadi sekretaris PPS nanti,” jelasnya. ***

Leave a Reply