• +62-542-7211353; Fax: (0542) 7211363
  • contact@kpud-penajamkab.go.id
  • Senin-Jumat 08.00-16.00 Wita

Panwalus PPU Akhirnya Terisi

PENAJAM – Kekosongan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) di PPU akhirnya terisi, dengan dilantiknya tiga orang yakni,  Mansur, Usman dan Daud Yusuf, oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kaltim, di Hotel Kalimantan PPU, Selasa (27/11). Ketiganya diambil sumpah sebagai anggota tetap Panwaslu PPU.

“Dengan telah dilantikannya Panwaslu PPU, maka kami di Banwaslu telah menunaikan selama ini menjadi ganjalan kami, dimana saat ini tahapan Pemilukada PPU sudah berjalan. Oleh karena itu kami minta Panwaslu segera melakukan koordinasi dengan pemkab, Polri dan Kejaksanaan agar fungsi pengawasan berjalan dengan maksimal,” kata Ketua Bawaslu Kaltim Saipul, usai pelantikan yang disaksikan oleh Wabup PPU, Mustaqim MZ, Kapolres, AKBP Sugeng Utomo, Ketua KPU PPU, Andi Arfin dan undangan lainnya.

Ketua Bawaslu Kaltim Saipul mengatakan, masa tugas dan jabatan anggota Panwaslu PPU cukup panjang dan berat, dimulai sejak digelar Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Bupati dan Wakil bupati PPU, Pemilukada Gubernur Kaltim, Pileg hingga Pilpres.

“Panwaslu kini mempunyai satu dimensi berbeda dengan Pawaslu yang lalu-lalu dengan harapan ada perubahan yang baik supaya tercipta pemilu yang demokrasi, jujur dan adil (Jurdil),” ujarnya.

Tugas Panwaslu kini lebih luas  dan terdapat tiga sanksi yang harus diperhatian oleh setiap anggota. Pertama sanksi pidana Pemilu, kedua sanksi Administrasi dan terakhir sanksi Kode etik, dimana apabila anggota Bawaslu,  Panwaslu ataupun penyelenggara pemilu lainnya terbukti melanggar kode etik maka dapat ditindak melalui keputusan Dewan Kehormatan Banwaslu.

“Jadi prinsipnya jangan cari kesalahan dan tetap lakukan pencegahan pelanggaran tapi ada pelanggaran harus tetap ditindak,”ujar Saipul.

Menurut Saipul, pelaksanaan Pemilukada biasanya potensi pelanggarannya cukup besar, oleh karena itu setiap anggota Panwaslu harus memperdalam wawasan dengan pengetahuannya tentang aturan hukum dan UU sehingga apa yang diambil tidak salah langkah. Setelah dilantik tanggungjawab pengawasan Pemilu sudah berada ditangan setiap anggota Panwaslu.

Pada kesempatan sama Wabup, Mustaqim MZ, mengungkapkan, keberadaan Panwaslu  memilik arti yang  startegis dalam proses pelaksanaan pemilukada dan Pemilu lainnya, sehingga terbentuk Panwaslu dapat dan  mampu mengurangi terjadi pelanggaran terutama pada saat kampanye dan pencoblosan.

“Selaku anggota Panwaslu harus memiliki dedikasi moral yang jujur dan adil  dalam nuraninya  apalagi dalam momen Pemilukada nanti, Kami berharap agar pemilu di PPU berjalan baik lancar dan aman. Anggota Panwaslu juga dituntut professional dan  netral tidak memihak pada  salah satu pasangan calon,  melainkan berpihak pada masyarakat umum  sesuai aturan berlaku,” harapnya.***

Leave a Reply