• +62-542-7211353; Fax: (0542) 7211363
  • contact@kpud-penajamkab.go.id
  • Senin-Jumat 08.00-16.00 Wita

KPU PPU Anggap Ancaman DPC PNI M Salah Sasaran

PENAJAM, KPUD-PENAJAMKAB.GO.ID — Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Andi Arfin menyatakan ancaman pengurus DPC PNI M yang telah dimisioner untuk men – PTUN – kan KPU dianggap salah sasaran, karena ini merupakan masalah interen partai dan KPU tidak mempunyai peran atas keluarnya SK Rekomendasi serta SK pembekuan pengurus PNI M di PPU ini.

“Ancaman itu salah sasaran karena ini masalah partai jadi diarahkan ke DPP. Walaupun demikian KPU PPU tetap menyiapkan diri jika nantinya ancaman tersebut benar diberikan oleh pengurus dimisioner,” katanya.

Di samping itu, KPU PPU juga menyatakan surat keputusan rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PNI Marhaenisme (PNI-M) sahkan dan memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai Parpol  pengusung pasangan bakal calon (balon) Hj Sandra Puspa Dewi – H Harimuddin Rasyid (SPDU) dalam Pemilihan Umum Kepala daerah (Pemilukada) kabupaten PPU tahun 2013 ini.

KPU PPU setelah menerima surat dari pengurus lama DPC PNI M yang telah dibekukan oleh DPP beberapa waktu lalu, yang intinya agar surat rekomendasi PNI M untuk pasangan SPDU ditunda legalitasnya, maka KPU langsung melakukan koordinasi dengan DPP PNI M.

“Dalam surat penjelasan DPP yang ditandatangani Sekjen DPP PNI M, Sunarto menerangkan,   pembekuan termasuk surat rekomendasi tersebut sah, sehingga kami memutuskan legalitas rekomendasi memenuhi syarat,”ucap Andi Arfin.

Selain itu, lanjutnya, DPP juga mengakui jika kedua surat tersebut layak dijadikan sebagai syarat untuk mengusung pasangan SPDU sehingga Parpol pengusung pasangan ini berjumlah tiga Parpol dengan total keterwakilan di DPRD sebanyak empat kursi. Parpol pengusung tersebut yakni PBB dengan dua kursi, Partai Garinda satu kursi dan PNI M sendiri sebanyak satu kursi.

Saat ini KPU PPU sedang mempersiapkan melakukan penerimaan berkas perbaikan pasangan calon dan akan melakukan penelitian ulang atas kelengkapan perbaikan sekaligus memberitahukan hasil penelitian, kecuali terhadap pasangan calon yang tidak dapat memenuhi paling rendah jumlah dukungan dan jumlah sebaran pada Selasa depan (12/2) hingga Senin mendatang (25/2). Bagi yang memenuhi syarat ditetapkan menjadi pasangan calon pada 9 – 10 Maret.

“Pleno penetapan balon menjadi pasangan calon kami laksanakan pada 8 Maret dan tanggal 11 Maretnya dilakukan penetapan dan pencabutan nomor urut,” ujarnya. ***

Leave a Reply