• +62-542-7211353; Fax: (0542) 7211363
  • contact@kpud-penajamkab.go.id
  • Senin-Jumat 08.00-16.00 Wita

558 Polisi Amankan Pleno Pemilukada PPU Hari Ini

 PENAJAM, KPUD-PENAJAMKAB.GO.ID — Sebanyak 558 personil polisi dari Polres dan Polda Kaltim dikerahkan untuk melakukan pengamanan, terkait pengamanan pleno rekapitulasi hasil pemungutan suara Pemilukada Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)  serta penetapan pasangan bupati dan wakil bupati terpilih periode 2013-2018 dengan perolehan suara terbanyak, pada Kamis (2/05/2013) hari ini.

“Agar pelaksanaan pleno hari ini berjalan lancar tanpa kendala, kami telah mengerahkan sebanyak 558 orang personil yang ditempatkan di lingkungan KPU dan gedung pertemuan lokasi berlangsungnya pleno, serta sekitar kantor KPU PPU,” kata Kapolres PPU, AKBP Sugeng Utomo, Rabu (1/5).

Sebanyak 558 personil polisi yang dikerahkan tersebut berasal dari 149  Pasukan Hura Hara (PHH), 109  personil dari Dalmas dan Brimob Polda Kaltim, ditambah  200 orang personil dari Polres PPU.

Diakuinya, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan KPU terkait teknis pengamanan, sekaligus untuk mengetahui berapa banyak jumlah undangan yang bakal hadir dalam rapat pleno. Pengamanan dilakukan bukan hanya di dalam gedung saja tetapi juga di luar gedung.

Selain menyiagakan personil polisi, lanjutnya, setiap undangan yang  hadir diharusnya melalui pemeriksaan petugas dan alat detonator yang ditempatkan di depan pintu msauk halaman KPU dan gedung pertemuan dan yang boleh masuk ke gedung pleno hanya yang membawa undangan saja.

Kapolres menerangkan, pengamanan yang dilakukan di KPU tetap berpegangan dengan protap serta SOP berlaku.  Selain  berupa personil, mobil barakuda serta  water canon distanbaykan disekitar lokasi bilamana dibutuhkan sesuai kondisi  di lapangan, barulah digerakan.

“Selain mengamankan jalannya pleno, pengamanan di sejumlah titik seperti kantor Panwaslu dan beberapa titik di perkantoran milik pemerintah  tetap berlanjut. Kami menilai masyarakat PPU sudah sangat dewasa dalam berpolitik, sehingga untuk melakukan perbuatan negatif dalam  pemilukada kecil kemungkinan terjadi,” katanya.***

Leave a Reply