• +62-542-7211353; Fax: (0542) 7211363
  • contact@kpud-penajamkab.go.id
  • Senin-Jumat 08.00-16.00 Wita

KPU PPU Tetapkan Yusran Aspar-Mustaqim sebagai Bupati dan Wabup Terpilih

PENAJAM, KPUD-PENAJAMKAB.GO.ID— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut satu  Drs H Yusran Aspar M.Si – Drs H Mustaqim MZ MM (Yaqin) sebagai pasangan terpilih proide 2013-2018 dalam rapat pleno rekapitulasi hasil perhitunagn suara tingkat  kabupaten PPU  yang dipimpin Ketua KPU,  Andi Arfin didampingi empat anggota KPU lainnya, di Gedung KPU PPU, Kamis (2/5/2013)

Menurut Ketua KPU PPU, berdasarkan  hasil rekapitulasi empat PPK  maka KPU mengeluarkan keputusan KPU nomor :  65 / Kpts /KPU- PPU- 6409.12 / 2013 tentang penetapan hasil rekapitilasi pemilu bupati dan wabup yakni,  pasangan nomor 1 bupati dan wabup  yang diusung gabungan parpol PDIP , Hanura, PDK dan PAN memperoleh total suara sebanyak  44.417 suara atau 54,6 persen. Sedangkan pasangan  nomor dua yang diusung gabungan parpol Golkar,  PKS, PKB dan PPP memperoleh suara sah 31.589 suara atau  38,8 persen, dan pasangan nomor tiga  yang diusung Parpol PBB, PNI-M dan Gerinda memperoleh 5.363 suara atau 6,6 persen.

Berdasarkan hasil rekapitulasi ini juga diketahui jumlah suara sah sebanyak 82.863 suara dari 117.856 daftar pemilih tetap (DPT),  sehingga diketahui total pemilih yang datang ke TPS sebesar 70,31 persen dan golput sebanyak 29.69 persen.

“Setelah kami menetapkan hasil rekapitulasi tersebut, maka, KPU kemudian mengeluarkan Keputusan nomor 66/Kpts/ KPU – PPU -6409.13/2013 tentang penetapan pasangan calon  bupati dan wakil bupati PPU terpilih  priode 2013 2018 hasil pemilu 2013, dimana pasangan nomor satu  dengan suara sah terbanyak 54,6 persen ditetapkan sebagai pasangan terpilih periode 2013-2018,” ujarnya.

Sementara itu, menyikapi hasil ini, Muslimin  saksi pasangan nomor dua Aman, menyatakan    menolak untuk menandatangani berita acara pleno, karena menilai KPU masih belum melaksanakan keputusan KPU sendiri dimana jumlah DPT sebanyak 117.856 tidak ditambahkan dengan jumlah pemilih yang menggunakan KTP dan KK. Oleh karena itu pihaknya mengajukan keberatan.

“Seharusnya KPU juga membeberkan jumlah pemilih yang menggunakan KTP dan KK, jangan hanya jumlah pemilih berdasarkan DPT saja, oleh karena itu kami keberatan menerima hasil pleno ini,” tegasnya.

Senada dengannya, Ikwan Datu Adam saksi dari pasangan SPDU yang juga ketua Timses pasangan nomor tiga ini, mengajukan keberatan itu ke KPU mampun ke MK,  karena dinilai penyelenggara tidak fair dalam pelaksanaan Pemilukada tersebut baik di tingkat PPS, PPK dan KPU.

“Kami jelas tidak menerima hasil pleno ini dan menyatakan keberatan dengan menyampaikan surat model DB2 serta menyampaikan masalah itu ke MK,” ujar Ikwan.

Menanggapi hal ini, seusai rapat pleno, Ketua KPU PPU Andi Arfin mempersilahkan kepada  para saksi atau timses pasangan calon yang keberatan untuk mengajukan surat keberatan yang formulirnya telah disiapkan oleh KPU selama masa sanggah yang diberikan dalam tiga hari kerja setelah pleno yakni ini    sejak 6 hingga 8 Mei 2013 depan.

“Ada atau tidak adanya sanggahan dari pasangan calon, keputusan ini tetap kami kirimkan ke MK dan Kemendagri, dan kami selaku penyelenggara siap untuk digugat dan harus melalui sidang ke MK  nantinya,” kata Andi Arfin.

Sementara Zainal Arifin saksi dari Yaqin mengaku puas dengan hasil rekapitulasi tersebut, namun pihaknya tidak serta merta untuk merayakan secara berlebihan, kalaupun ada itu bentuknya hanya syukuran dan dilalukan oleh intren tim saja. Namun dirinya tidak bisa melarang jika ada warga yang merayakannya dan dipastikan itu bukan Timses Yaqin, karena sudah jelas perayaan terlalu berlebih telah disepakti tidak ada.

Rapat pleno KPU PPU yang dijaga ketat personil Brimob, Sabhara  Polda Kaltim dan Polres PPU juga dihadiri tiga orang saksi masing –  masing pasangan calon,  saksi pasangan Yaqin, dihadiri  Zainal Arifin, Saksi pasangan nomor dua  H Andi Harahap S.Sos – Drs H Sutiman MM (Aman)  dihadiri Muslimin,  sedangkan saksi pasangan nomor tiga   Hj Sandra Puspa Dewi SH – H Harimuddin Rasyid SH (SPDU), atas nama Ikwan Datu Adam,  namun KPU tidak mengakui keberadaanya karena tidak membawa surat mandat asli dari pasangan calon dan timses. Hadir pula, ketua PPS dari 54 desa dan Kelurahan dan Ketua serta anggota PPK empat kecamatan, Panwaslu serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) PPU.

Pada kesempatan itu, Devisi Hukum KPU,  M Hatta,  menerangkan berdasarkan surat keputusan KPU dalam rapat pleno ini yang hanya boleh mengajukan keberatan  hanya saksi yang memiliki mandat asli dari pasangan calon atau timses. Jika keberatan disetujui, maka pimpinan rapat bisa mengambil keputusan namun jika tidak  diterima, maka  saksi diminta untuk mengisi formulir DB2 tentang keberatan hasil pleno namun keberatan saksi itu  tidak bisa menghentikan rapat pleno.

Ketua KPU Andi Arfin menjelaskan  rekapitulasi hari ini  merupakan rangkaian  dari kegiatan tahapan pemilu   tanggal 25 April 2013 pada saat pemungutan suara di TPS, lalu rekapitulasi tingat PPS, rekapitulasi  PPK  dan hari ini di rapatkan pada pleno tingkat KPU PPU, yang dijadwalkan selama tiga  hari sejak tanggal 2 hingga 4 Mei 2013 namun jika dapat diselesaikan dalam satu hari maka KPU langsung memutuskan pleno itu.

“Dalam rekapitulasi  ini ada empat kotak yang berisi berita acara hasil rekapitulasi PPK dari  empat kecamatan, yang hanya bisa dibuka,  diambil dan dibacakan  oleh ketua PPK sendiri disaksikan oleh Panwaslu serta para saksi yang sah sesuai aturan,” katanya.

Ia membeberkan, berdasarkan hasil rekapitulasi PPK Penajam pasangan nomor satu  memperoleh suara 20.247 suara, pasangan nomor dua  dapat 15.057 dan pasangan tiga mendapatkan  2.441 suara dengan total suara sah tiga calon sebesar  37.745,  jumlah tidak sah 516,   jumlah suara sah dan tidak sah 3.861 suara.

Lalu untuk PPK Waru, lanjutnya,  rekapitulasi suara sah pasangan nomor   satu   memperoleh 5.755 suara, nomor dua  sejumlah  2.692 dan  565 suara untuk pasangan nomor urut  tiga   dengan  total suara sah tiga pasangan  sejumlah 9.012 suara,   tidak sah sebesar  171 suara dan  jumlah sah dan tidak sah sebesar  9.183 suara.  PPK Babulu dengan hasil pasangan nomor  satu sebesar   9.474 suara, nomor  dua   sejumlah  6.808 suara dan pasangan nomor tiga  sebesar  976 suara,  total suara sah keseluruhan  sebanyak 17.258 suara. lalu suara tidak sah sebanyak  337 suara dan suara sah dan tidak 17.595 suara.

“PPK Sepaku untuk pasangan nomor satu  memperoleh  sebanyak 8.941 suara, nomor dua   sejumlah  7032 suara dan pasangan nomor tiga  sebanyak 1.381 suara dengan total suara sah sejumlah  17.354  suara, tidak sah 470 suara dan suara sah serta tidak sah sejumlah  17.824 suara,” katanya.***

Leave a Reply