• +62-542-7211353; Fax: (0542) 7211363
  • contact@kpud-penajamkab.go.id
  • Senin-Jumat 08.00-16.00 Wita

Masa Tenang, Ratusan Algaka Dicopot

PENAJAM– Masa kampanye telah berlalu, kini memasuki hari tenang. Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Penajam Peser Utara melakukan pembersihan alat peraga kampanye (Algaka) dibantu oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dibantu oleh Polres PPU. Kegiatan penertiban tersebut dilakukan keempat kecamatan, Minggu (6/4) kemarin.

Kepala Bidang Ketertiban Umum (Kabid Tibum Satpol PP), Bagenda Ali menuturkan bahwa pihaknya melakukan penertiban Algaka tersebut karena atas dasar permintaan dari pihak Panwaslu PPU. Dan persoalan penertiban Algaka sudah menjadi tugas dari Satpol PP selaku aparat Pemerintah Daerah.

“Kami menurunkan 78 personel anggota satpol PP, dan ditugaskan masing-masing kecamatan,” terang Baginda pada saat memimpin penertiban tersebut. Lanjut Baginda, diperkirakan ratusan algaka yang diturunkan atau ditertibkan oleh pihak Satpol PP dibantu oleh pihak Polres PPU dan didampingi oleh Panwas kecamatan maupun Panitia Pengawas Pemilu (PPL). “Algaka yang kita tertibkan berupa bendera partai, baliho, dan poster,” terangnya.

Di tempat terpisah anggota Panwaslu PPU Devisi Monitoring dan Pengawasan,  Daud Yusuf mengatakan, waktu pelaksanaan  tahapan kampanye dari tanggal 15 maret sampai 5 april telah usai. Mulai tanggal 6-8 april merupakan hari tenang, tanpa ada aktifitas kampanye maupun sosialisasi oleh caleg maupun partai.

Terkait dengan atribut kampanye, selain dari satpol PP, pihaknya juga mengharapkan kepada seluruh partai peserta pemilu maupun caleg untuk ikut serta menurunkan  alat peraga kampanyenya masing-masing. “Kita berharap niat baik para caleg maupun partai politik untuk ikut berperan dalam penertiban algaka masing-masing,” ujarnya.

Masih lanjut Daud, kegiatan penertiban tersebut diagendakan selama dua hari, pihanya tidak sanggup menyelesaikan penurunan Algaka dalam kurung waktu satu hari. Karena mengingat, luas wilayah PPU dan keterbatasan tenaga menjadi faktornya. “Pengalaman tahun lalu pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan Pemilihan gubernur (Pilgub), penertiban Algaka tidak bisa diselesaikan hanya dalam satu hari,” terangnya

Ia menambahkan, memasuki hari tenang, jadi segala bentuk kampanye tidak diperkenankan. “Berdasarkan pasal 1 (30) undang-undang no. 8 tahun 2012 tentang pemiluhan Umum. Masa tenang tidak dapat dilakukan sebagai masa kampanye,” tegas Daud.(bp-20)

Sumber: Balikpapanpos.co.id

Leave a Reply