• +62-542-7211353; Fax: (0542) 7211363
  • contact@kpud-penajamkab.go.id
  • Senin-Jumat 08.00-16.00 Wita

Salurkan Hak Pilih, Pasien dan Tahanan Didatangi Petugas KPPS

PENAJAM – Pemilih pasien, keluarga pasien dan petugas medis di RSUD serta Puskesmas, termasuk tahanan polisi dan Kejaksaan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), akhirnya dapat menggunakan hak pilihnya dalam pelaksanaan Pemilu anggota DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten PPU  dengan sistem didatangi oleh petugas KPPS terdekat. Demikian dikatakan Ketua KPU PPU, Feri Mei Efendi, kepada Koran Kaltim, Senin pagi (7/4) kemarin.
Dijelaskannya, awalnya KPU tidak bisa menfasilitas pasien, keluarga pasien, tenaga medis serta tahanan polisi dan kejaksaan, namun mereka diarahkan ke TPS terdekat, tetapi setelah keluarnya Peraturan KPU (PKPU) Nomor 5 tahun 2014 tentang perubahan atas PKPU nomor 6 tahun 2013 tentang pemungutan dan penghitungan suara di TPS dalam Pemilu 2014, maka para pasien, tenaga medis hingga tahanan Polisi dapat menggunakan hak pilihnya tanpa harus mendatangi TPS terdekat.
“Sebagai pasal 103 dan 104 PKPU nomor 5 tahun 2014  maka mereka nantinya akan didatangi sedikitnya dua orang petugas KPPS guna melakukan pecoblosan, sehingga hak pilihnya tidak hilang akibat tidak bisa datang ke TPS karena sakit atau menjadi tahanan Polisi dan Jaksa,”ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah menyampaikan surat ke Dinas Kesehatan Kabupaten, tembusan ke Puskesmas dan RSUD PPU, serta ke Polres dan Kejaksaan, sehubungan TPS mobile tersebut, dimana nantinya petugas KPPS mendatangi puskesmas, RSUD dan sel tahanan Polisi dan Kejaksaan untuk dilaksanakan pencoblosan.
Oleh karena itu, lanjutnya, diharapkan instansi tersebut dapat menyampaikan jumlah warga PPU pemilih pemilu yang kini menjadi pasein di RSUD, Puskesmas serta tahanan  Polisi dan Kejaksaan. Data itu dilaporkan ke KPPS pada hari pencoblosan dan  satu jam sebelum pencoblosan ditutup KPPS dengan membawa surat suara dan kebutuhan lainnya akan datangani mereka.
“Bagi pasien dan tahanan dapat menggunakan KTPnya masing – masing sedangkan petugas kesehatan dan keluarga pasein harus menunjukan formulir A5 berasal dari TPS asal pemilih,”ujarnya.
Karena sifatnya mobile, lanjutnya, maka setiap petugas KPPS yang mendatangani RSUD, Puskesmas, sel tahanan wajib merahasiakan pencoblosan pemilih ditepat tersebut. Hingga saat ini pihaknya belum mengetahui berapa jumlah pemilih  di lokasi itu, sebab pelaporan baru disampaikan pada saat hari H.
Terkait dengan pendistribusian logistik, tambah Feri, saat ini KPU dibantu polres PPU dan linmas telah mendistribusikan seluruh logistik ke empat PPK se PPU dengan jumlah  total 1.336 kotak suara. Adapun perinciannya, sebanyak 333 TPS masing – masing mendapatkan empat kotak sehingga total sejumlah  1.332, kemudian empat kotak untuk empat PPK masing – masing satu kotak.
Untuk diketahui, lanjutnya, logistik nantinya menginap satu malam di PPK dan Selasa ( hari ini), didistribusikan ke PPS dan kemudian dari PPS ke TPS. Pendistribusian logistik mendapat pengawalan dari anggota Polres   ini. Rata – rata jalur logistik menggunakan jalur darat namun untuk kelurahan Jenebora, Gresik dan Pantai Lango harus menempuh jalur laut. “Kami pastikan semua logistif telah siap di setiap TPS pada Rabu besok (9/4), tanpa kendala,” pungkasnya.(nav)

Sumber: korankaltim.co.id

Leave a Reply