• +62-542-7211353; Fax: (0542) 7211363
  • contact@kpud-penajamkab.go.id
  • Senin-Jumat 08.00-16.00 Wita

Penandatanganan NPHD Pemkab Bersama KPU PPU

WhatsApp Image 2017-07-27 at 14.05.50

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Yusran Aspar meminta kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), untuk melakukan penghematan anggaran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2018 mendatang.

Pemkab PPU hanya menyetujui anggaran Rp 26,4 miliar dari Rp 32 miliar yang diajukan KPUD.

Hal ini disampaikan Yusran usai menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) bersama Ketua KPUD Feri Mei Efendi, di ruang kerjanya, Kamis (27/7/2017). Dalam acara ini hadir Sekretaris Daerah Tohar serta seluruh anggota KPUD PPU.

Yusran menilai, anggaran yang diberikan kepada KPUD ini cukup untuk melaksanakan seluruh tahapan Pilkada 2018.

Bukan hanya itu, ia juga berterima kasih kepada KPUD bisa memahami kondisi keuangan sehingga disepakati anggaran Rp 26,4 miliar dari Rp 32 miliar yang diajukan.

Menurutnya, adanya pengurangan anggaran ini karena kemungkinan ada tumpang tindih penganggaran.

“Prinsipnya kan banyak atau sedikit anggaran sama-sama habis. Saya harap agar KPUD lakukan penghematan anggaran. Meski anggaran berkurang harapan saya Pilkada ini bisa berjalan seluruh tahapan tanpa menghadapi kendala sehingga bisa berjalan sukses,” katanya.

Namun demikian, Yusran menyampaikan bahwa bila dalam perjalanan nanti ternyata anggaran yang diberikan masih dinilai kurang maka ada mekanisme yang bisa dilakukan dengan meminta tambahan anggaran di APBD Perubahan 2018 mendatang.

Ia menilai setelah penandatanganan NPHD ini, maka anggaran Rp 5 miliar untuk tahun ini sudah bisa dicairkan.

“Silahkan saja dicairkan kan ada duitnya,” ujarnya. Ketua KPUD PPU Feri Mei Efendi mengatakan, anggaran Rp 26,4 miliar cukup untuk melaksanakan seluruh tahapan Pilkada 2018.

Ia mengaku, awalnya mengusulkan anggaran Rp 32 miliar namun hanya disetujui Rp 26,4 miliar. “Kami rasa anggaran sebesar itu cukup untuk melaksanakan seluruh tahapan Pilkada,” ujarnya.(mir)

WhatsApp Image 2017-07-27 at 14.05.42

KALAMANTHANA, Penajam – Tahapan Pilkada Serentak 2018  di Kabupaten Penajam Paser Utara segera dapat dimulai dengan telah ditandatanganinya Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara  Pemerintah Kabupaten dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten PPU tentang pendanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati PPU Tahun 2018.

Pilkada PPU akan berlangsung pada 27 Juni 2018 serentak dengan Pilkada Gubernur dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) saat ini 118 ribu. Data tersebut akan dilakukan pemutakhiran lagi DPT pilkada nanti kita akan melakukan pemutakhiran lagi dengan Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil PPU, termasuk melibatkan Kementerian Dalam Negeri dan KPU Pusat.

“Alhamdulillah, kita telah melakukan penandatanganan NPHD. Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas dukungan pendanaan atas Pilkada PPU ini,” ujar Ketua KPUD PPU, Feri Mei Effendi usai menandatangani NPHD di ruang Bupati PPU, Kamis (27/7/2017).

Saat ini, pihaknya sedang melakukan proses persiapan tahapan, persiapan pemantapan internal Sumber Daya Manusia (SDM), program tahapan se tahun kedepan dan  melakukan sosialisasi terutama kepada pemilih pemula ke sekolah-sekolah menengah atas yang ada di PPU.

“Kami sangat memberi perhatian kepada pemilih pemula karena pengalaman selama ini pemilih pemula banyak yang tidak memberikan hak pilihnya. Mereka cenderung apatis. Kita terus memberikan dorongan, pemahaman pengertian akan haknya  agar mereka dapat memberikan maksimal suara mereka dalam pilkada nanti,” tambahnya.

Feri juga mengingatkan dalam proses pemilhan nanti adalah penentu kepemimpinan. Karena itu, suara masyarakat, termasuk pemilih pemula, menjadi bagian penting. Dia memasang target partisipasi pemilih bisa mencapai angka 70 persen.

Sementara itu, Bupati PPU Yusran Aspar mengatakan pihaknya menyediakan dana Rp26,48 miliar, sedikit di bawah permintaan KPU sebesar Rp32 miliar. KPU bisa memahami itu. Dengan dana yang ada, dia berharap kegiatan pilkada di PPU dapat berjalan dengan baik tanpa kendala.

“Dana dapat segera dicairkan karena ada uangnya, insyah Allah Pilkada PPU dapat berjalan lancar. Jika dalam perjalanan nanti KPU kekurangan kan masih ada mekanisme yang bisa kita upayakan seperti usulan di perubahan di tahun 2018 nanti,” terang Yusran. (adv/humas-ppu/hru)

Leave a Reply